SMP NEGERI 1 LENDAH

Jln. Lendah Kulon, Tempel, Bumirejo, Lendah, Kulon Progo, Yogyakarta

=========================================================

Sejarah

Selasa, 06 Nopember 2018 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 4488 Kali

Sejarah SMP Negeri 1 Lendah

Dari Diponegaran sampai Ngebak
SMP Negeri 1 Lendah sudah melalui perjalanan sejarah yang cukup panjang, lebih dari setengah abad. Dari catatan yang ada, sekolah ini berdiri pada tanggal 1 Agustus 1965 dengan nama SMP Negeri Lendah Filial SMP Negeri Brosot, yang didirikan oleh tokoh-tokoh pendidik dari Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah. Para tokoh tersebut antara lain R. Abdullah Hadi (Kepala Desa Bumirejo), Drs.Samuri, R.Rinto Nayono, SH., dan M. Sabaruddin, BA. Pada awalnya sekolah tersebut didirikan di tempat yang dinamakan Diponegaran. Konon dinamakan Diponegaran karena tempat itu dahulu pernah digunakan untuk singgah dan peristirahatan pasukan Pangeran Diponegoro ketika perang melawan Belanda, sehingga tempat tersebut sampai sekarang dinamakan Diponegaran.

Tapak sisa-sisa bangunan

Diponegaran adalah sebuah lahan pekarangan rumah milik R. Abdullah Hadi yang pada waktu itu sebagai Lurah Desa Bumirejo. Pekarangan rumah tersebut berada di Dusun Dukuh, Desa Bumirejo, tepatnya berada di tepi jalan Kenteng Cangakan. Di pekarangan tersebut, tepatnya di pojok barat laut terdapat bangunan dari kayu berdinding gedheg (anyaman bambu) dan berlantai tanah, berbentuk bangunannya yang memanjang utara - selatan, menghadap ke timur, dan tengahnya disekat sehingga menjadi 2 lokal kelas. Kegiatan belajar-mengajar di Diponegaran hanya berlangsung sekitar dua tahun. Mulai tahun ajaran 1967 (waktu itu tahun ajaran dimulai bulan Januari), sekolah dipindah ke Dusun Tempel sambil menunggu selesainya pembangunan gedung sekolah yang baru.
Tempat Mengaji dan TK ABA

Setelah proses belajar-mengajar dipindah ke Dusun Tempel, maka bangunan Diponegaran kemudian difungsikan untuk tempat mengaji Al-Quran kalau malam. Anak-anak yang mengaji berasal dari Dusun Dukuh. Kegiatan mengaji berlangsung setelah sholat Magrib di Masjid Asy-Syakirin kemudian dilanjutkan mengaji di bangunan Diponegaran. Oleh karena ada dua lokal, maka mengaji Al-Quran dibagi dalam dua kelompok, kelompok anak-anak kecil belajar membaca huruf Arab, sementara kelompok anak-anak yang lebih besar belajar membaca Al-Quran. Penerangan waktu itu hanya menggunakan lampu petromak atau kadang-kadang hanya menggunakan lampu teplok yang besar.

Sementara kalau siang kemudian dijadikan sebagai tempat untuk Sekolah TK ABA Diponegaran. Murid-muridnya sebagian besar berasal dari Dusun Dukuh, sebagian dari Panggang, Degolan, dan Cabean. Sebagian besar murid-murid Sekolah TK ABA Diponegaran kemudian melanjutkan ke SD Negeri Cabean yang ada di Dukuh dan kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Lendah. Jika dihitung dari angkatan pertama, sampai sekarang Sekolah TK ABA Diponegaran telah banyak menghasilkan alumni yang kemudian menyebar ke berbagai daerah.
Sampai sekarang Sekolah TK ABA Diponegaran ini masih ada, namun tidak lagi menempati bangunan Diponegaran dulu tetapi menempati bangunan baru yang berada sekitar 25 meter di sebelah selatan bangunan Diponegaran. Selain itu juga pernah dijadikan sebagai SD Muhammadiyah Diponegaran. Namun karena lokasinya sangat berdekatan dengan SD Negeri Cabean maka tidak dapat memperoleh murid secara berkelanjutan.

SMP Ngebak
Dengan mempertimbangkan bahwa sarana dan prasarana sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan maka DPR-KGR Kelurahan Bumirejo dengan keputusannya Nomor 22 Tanggal 11 Agustus 1965 telah menyerahkan tanah kas desa seluas 14.580 m2. Tanah kas desa tersebut merupakan bekas pabrik Tom (wenter/nilowardi/pewarna tekstil) yang berada di tengah persawahan di Dusun Tempel. Di lokasi tersebut dahulu ada bangunan Belanda untuk membuat pewarna tekstil.

sisa-sisa tembok bak yang berada di sisi kanan jalan

Pada tahun 70-an masih tersisa berupa bangunan kolam yang ber-ada di sisi sebelah selatan bangunan sekolah. Sisa-sisa bangun-an kolam tersebut terbuat dari pasangan bata ber-ukuran tebal dan besar, terdiri dari beberapa lapis sehingga membentuk bangunan yang kokoh kuat. Itulah bangunan yang disebut bak (kolam) yang kemudian disebut Ngebak. Kolam tersebut dahulu digunakan sebagai tempat merendam tanaman Tom, yakni sejenis pewarna alami untuk tekstil atau pakaian. Mungkin ini ada kaitannya dengan kultur stelsel atau sistem tanam paksa jaman penjajahan Belanda. Namun pabrik yang didirikan tahun 1935 tidak berhasil dan setelah bangkrut, asetnya hanya berupa bangunan yang terbengkalai dan akhirnya hanya menjadi tanah tegalan dan sawah, yang kemudian menjadi tanah milik kas Desa Bumirejo. Oleh karena itu sekolah yang dibangun di dekat bangunan Ngebak ini oleh masyarakat Bumirejo dan sekitarnya dikenal dengan nama SMP Ngebak.

Pada perkembangan selanjutnya, di atas tanah bekas pabrik Tom tersebut yang telah menjadi tanah kas Desa Bumirejo dimanfaatkan untuk sebagai lokasi untuk mendirikan gedung sekolah SMP Negeri Lendah Filial SMP Negeri Brosot. Namun karena gedungnya belum terwujud, maka SMP yang dulunya bertempat di Diponegaran, pada tahun 1967 dipindahkan mendekati gedung yang sedang dibangun, yaitu di rumah Bapak R.Kismo Lesono (Dukuh Tempel, saat itu) dan Bapak H.Harjo Sudarmo di dusun Tempel. Pembangunan secara gotong royong dilakukan terus bersama Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG), juga dari dana pemerintah.

Perubahan Nama
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri P dan K Nomor: 0298/0/1978 Tanggal 13 September 1978, SMP Negeri Lendah Filial SMP Negeri Brosot ditetapkan berdiri sendiri dengan nama SMP Negeri Bumirejo. Pada waktu yang lebih kemudian terjadi perubahan nama lagi menjadi SMP Negeri 1 Lendah sampai sekarang.

Kini SMP Negeri 1 Lendah merupakan Sekolah Berstandar Nasional dan telah mendapatkan Akreditasi A. Pada tahun ajaran 2017/2018 ini SMPN 1 Lendah memiliki 576 siswa yang terdiri dari kelas 7, 8, dan 9 dengan masing-masing kelas terdiri dari 6 lokal. Adapun jumlah Guru sebanyak 34 orang. Setelah 53 tahun kemudian, banyak alumni yang telah sukses meniti karir pada berbagai profesi pekerjaan. Para alumni telah memilih profesi sebagai guru, dosen, karyawan baik negeri maupun swasta, pedagang, pengusaha properti, aparatur pemerintahan, pejabat, peneliti, perancang, tenaga medis, pelestari seni dan budaya, TNI/POLRI, perekayasa, penulis buku, dan lain-lain.

KOMENTARI TULISAN INI

...

Mokhamad Sohin, S.Pd., M.Pd.

Selamat datang di website SMP Negeri 1 Lendah Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Menurut anda, apakah yang perlu ditingkatkan SMP N 1 Lendah?

LIHAT HASIL